Sewaktu mempertimbangkan optimasi website melalui jasa SEO, tak sedikit pebisnis kerap bingung dengan pertanyaan seputar biaya SEO harga wajar. Di pasaran, tarif jasa SEO memang bervariasi. Ya, ada yang menawarkan harga sangat murah, namun kualitasnya diragukan, sementara sebagian lain mematok biaya tinggi dengan janji berlebihan. Apabila belum memahami dunia digital marketing, situasi ini bisa terasa membingungkan dan sebenarnya wajar saja jika timbul keraguan.
Biaya SEO, Apakah Mahal?
Sebagaimana disinggung sebelumnya, mengoptimasi website dengan SEO sering menimbulkan pertanyaan besar, yakni berapa tarif harga SEO yang wajar? Di pasaran, harga bisa berbeda jauh. Ada harga murah tapi meragukan, ada juga harga mahal namun terdapat janji berlebihan. Untuk memahami hal ini, mari kita bahas faktor utama yang memengaruhi harga SEO.
- Kompleksitas Website
Struktur website sangat berpengaruh pada biaya SEO. Semakin besar jumlah halaman, semakin banyak waktu dan tenaga pula yang dibutuhkan untuk optimasi. Misalnya, toko online dengan ratusan produk tentu lebih rumit daripada website profil perusahaan.
Selain itu, fitur teknis juga menambah beban kerja. Website dengan sistem e-commerce biasanya butuh integrasi SEO lebih detail. Hal ini akhirnya mampu membuat harga SEO bisa berbeda jauh antar jenis website.
- Target Keyword dan Tingkat Persaingan
Keyword, adalah fondasi SEO. Semakin kompetitif kata kuncinya, maka semakin tinggi tarif SEO yang diperlukan. Kata kunci populer biasanya dikuasai banyak pemain besar, sehingga butuh strategi panjang.
Menurut data Impactly 2023, harga SEO bulanan untuk toko online bisa mencapai Rp25 juta+. Angka ini mencerminkan usaha ekstra dalam menghadapi persaingan keyword yang ketat. Jika targetnya hanya keyword lokal dengan kompetisi rendah, tentu biayanya lebih ringan. Maka, pemilihan keyword menjadi penentu utama dalam perhitungan biaya SEO.
- Kualitas dan Jumlah Konten
SEO sangat bergantung pada konten. Artikel, halaman produk, hingga landing page perlu dioptimalkan. Biaya produksi konten berkualitas tinggi juga harus masuk perhitungan.
Misalnya, biaya penulisan artikel SEO-friendly bisa mulai dari Rp150 ribu – Rp500 ribu per artikel. Semakin panjang dan detail artikel, maka semakin tinggi biayanya. Konten relevan dan rutin diperbarui juga akan lebih efektif mendongkrak ranking.
Meski begitu, tanpa konten yang kuat, optimasi teknis saja tidak cukup. Itulah sebabnya pembuatan konten termasuk komponen besar dalam tarif SEO.
- Layanan Tambahan dan Backlink
Selain optimasi dasar, banyak layanan tambahan memengaruhi biaya SEO. Contohnya, audit SEO, riset kata kunci mendalam, atau local SEO. Setiap layanan punya tarif berbeda tergantung ruang lingkup pekerjaannya.
Backlink juga berperan besar. Harga backlink bisa bervariasi, mulai dari Rp150 ribu – Rp5 juta per tautan, tergantung kualitas domain. Semakin berkualitas backlink, maka semakin mahal investasinya.
- Model Penetapan Biaya
Model kerja juga memengaruhi besar kecilnya biaya SEO. Ada tiga model yang umum, yaitu bulanan, per jam, dan per-project. Model bulanan biasanya berkisar Rp5 juta – Rp25 juta, tergantung skala bisnis. Konsultasi per jam bisa Rp300 ribu – Rp1 juta, cocok untuk kebutuhan khusus. Sedangkan biaya per-project fleksibel, misalnya audit SEO mulai Rp3 juta.
Sebagai catatan, pemilihan model tersebut harus sesuai kebutuhan bisnis. Tidak semua usaha cocok dengan sistem langganan, ada juga yang lebih efisien menggunakan model project.
- Pemeliharaan dan Monitoring
SEO bukan pekerjaan sekali jadi. Setelah optimasi, website harus terus dipantau secara berkala. Mengapa? Tentu karena perubahan algoritma Google bisa membuat strategi lama kurang efektif.
Oleh karena itu, harga SEO juga mencakup pemeliharaan. Monitoring rutin dapat membantu menjaga performa website agar tetap stabil di peringkat atas. Hal ini juga bisa menambah biaya, tapi penting untuk keberlangsungan hasil jangka panjang.
Biaya SEO dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kompleksitas website, persaingan keyword, kebutuhan konten, hingga model kerja sama. Di Indonesia, tarif umumnya berkisar Rp1 juta – Rp25 juta per bulan, namun tergantung pada skala dan target bisnis.
