Hollow galvanis dan galvalum sering digunakan dalam proyek konstruksi. Keduanya secara fisik terlihat sama dan hampir tidak mempunyai perbedaan. Namun kedua material ini memiliki komposisi dan ketahanan berbeda, bahkan jual hollow galvanis dan galvalum berbeda dari segi harga.
Jual Hollow Galvanis, Ini Perbedaannya dengan Galvalum
Terdapat beberapa perbedaan antara hollow galvanis dan galvalum, antara lain:
Bahan Dasar
Perbedaan yang pertama adalah bahan dasar material dari tersebut sehingga menentukan ketahanan, karakteristik dan performa produk dalam berbagai kondisi lingkungan. Untuk hollow galvanis berbahan dasar seng yang mendapat tambahan aluminium. Kemudian melalui proses galvanisasi, yakni produk jadi yang dicelupkan ke dalam cairan timah.
Selanjutnya terdapat proses continuous hot-dipped galvanising, yakni mencelupkan baja ke dalam cairan timah tanpa terputus dan dilakukan terus menerus. Plat baja berupa gulungan atau coil sehingga terdapat alat incoiler atau recoiler di ujung mesin celup galvanis ini.
Sementara itu, galvalum terbuat dari seng, aluminium dan silikon. Pelapisan ini dengan cara mencelupkan baja ringan dengan campuran seng dan aluminium.
Ketahanan hollow galvanis baik terhadap korosi karena memiliki lapisan seng hampir mencapai 100%. Sedangkan galvalum juga menawarkan perlindungan terhadap korosi yang tinggi dengan kandungan aluminium sekitar 55%.
Kandungan aluminium pada galvalum yang tinggi ini memiliki daya tahan karat lebih baik daripada galvanis. Akan tetapi aluminium rentan terhadap semen jika dibandingkan dengan seng atau zinc.
Kekuatan
Hollow galvalum memiliki kandungan seng yang lebih tinggi, sehingga memberikan ketahanan yang baik terhadap cuaca ekstrem dan korosi. Selain daya tahannya, material ini juga memiliki tampilan fisik yang lebih estetik, menjadikannya pilihan menarik untuk kebutuhan konstruksi yang memerlukan nilai visual.
Di sisi lain, hollow galvanis memiliki ketebalan fisik yang lebih besar dibandingkan galvalum, sehingga secara keseluruhan ketahanannya lebih tinggi. Hal ini membuat hollow galvanis lebih cocok untuk struktur yang membutuhkan kekuatan dan daya tahan ekstra dalam jangka panjang.
Aplikasi
Hollow galvanis banyak digunakan dalam konstruksi struktural karena kekuatannya yang tinggi. Aplikasinya meliputi kerangka bangunan, pagar, tiang, hingga sistem pipa, di mana daya tahan terhadap tekanan dan beban menjadi hal yang utama.
Sementara itu, hollow galvalum lebih sering dimanfaatkan pada bagian non-struktural seperti dinding dan atap bangunan, saluran air, panel sandwich, serta berbagai aplikasi lain yang membutuhkan lembaran datar dengan ketahanan terhadap korosi dan cuaca ekstrem. Keunggulan utama galvalum terletak pada kemampuannya menahan karat dan tampilannya yang lebih estetik, sehingga cocok untuk penggunaan luar ruang dan elemen arsitektural.
Harga
Harga galvanis lebih terjangkau daripada galvalum. Hal ini membuat jual hollow galvanis lebih ramah anggaran untuk proyek konstruksi dengan proyek terbatas. Sementara itu, galvalum lebih mahal dibandingkan dengan hollow galvanis. Hal ini karena ketahanan dan kekuatan terhadap korosi lebih besar.
Hollow galvanis dan galvalum memiliki beberapa perbedaan mulai dari bahan dasar, lapisan, kekuatan, aplikasi hingga harganya. Namun pastikan mendapatkan material sesuai kebutuhan proyek dan lingkungan yang akan dibangun karena dapat menentukan keberhasilan proyek tersebut.
Dengan mengetahui perbedaan antara keduanya, maka dapat menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan atau preferensi. Jual hollow galvanis menjadi salah satu pilihan tepat untuk kebutuhan bahan konstruksi bangunan anti korosi dan tahan lama serta memberikan perlindungan terbaik terhadap kondisi lingkungan yang berbeda-beda.
